Usaha Tidak Mengkhianati Hasil Untuk Mengejar Pendidikan di Luar Negeri
Feature News Oleh Sabrina Rossy Anwari Sumiarno
Kelulusan adalah akhir dari suatu kegiatan sekolah untuk melangkah ke kehidupan selanjutnya. Namun tidak dengan Naura, dia masih ragu untuk menyatakan keinginannya kepada orang tua nya untuk melanjutkan Pendidikan di luar negeri. Naura sudah mencita-citakan untuk melanjutkan pendidikannya ke luar negeri dari dia Sekolah Menengah Pertama. Naura menggelar pendidikan di Pondok Pesantren La Tansa yang berada di Banten dari dia duduk di bangku SMP sampai dengan SMA, genap sudah 6 tahun dia belajar di sana. Keberhasilan dalam mengejar mimpinya untuk belajar di luar negeri bukanlah hal yang mudah baginya, perjuangan yang dilakukan selama 2 tahun yang dilewatinya dan perjuangan untuk mendapatkan restu kedua orang tua nya untuk ikhlas melepaskannya mandiri di negeri orang.
Usaha dan kerja keras yang dulunya tidak dianggap serius oleh orang tua nya, dapat dia buktikan. Dimulai dari dia mengikuti keinginan orang tua nya untuk mengikuti berbagai tes untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri yang ada di Indonesia, akan tetapi hati nya masih belum mempunyai keinginan untuk melanjutkan pendidikannya di Indonesia. Naura pun akhirnya memutuskan untuk menunda melanjutkan pendidikannya di tahun 2021, dia mulai mencari informasi-informasi tentang kuliah di luar negeri melalui teman-teman dan kakak kelasnya yang sudah melanjutkan pendidikan lebih dahulu di luar negeri. Akhirnya dia termotivasi oleh kakak kelasnya yang berkuliah di negara Mesir, karena Naura sudah termotivasi dia memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di negara Mesir. “Karena Mesir adalah biang atau akarnya ilmu dan para ulama lahir di sana, dan pengetahuan umum nya juga bagus disana” ujar Naura dengan penuh semangat.
Pada bulan April tahun 2022 jalur Duta Besar untuk seleksi masuk ke Universitas yang ada di Mesir pun di buka dan diselenggarakan, tetapi sangat di sayangkan Naura belum lulus melewati jalur tersebut. Dia tidak menyerah dan mencari lagi informasi untuk mengikuti ujian melalui jalur yang lain, akhirnya di bulan Juni tahun 2022 jalur Kementerian Agama RI membuka pendaftaran untuk mahasiswa yang ingin Kuliah di negara Mesir. Akan tetapi, jalur Kementerian Agama RI membuka khusus untuk mahasiswa yang ingin melanjutkan Pendidikannya di Mesir dengan syarat siswa tersebut sebelumnya merupakan lulusan sekolah Muadalah dan Madrasah Aliyah Negeri setingkat Sekolah Menengah Atas Berasrama yang dibina oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Naura memang lulusan Pondok Pesantren tetapi Pesantren tempat dia belajar sebelumnya bukanlah Madrasah yang dibina oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, jadi ijazah yang dia dapatkan hanya ijazah SMA biasa.
Sampai pada akhirnya Naura memutuskan untuk mengulang pendidikan nya dan mengambil paket C di Madrasah. Jujur saja itu tidak mudah baginya, dia merasa sedikit sedih karena teman-teman yang lainnya sudah menuju ke pendidikan selanjutnya tetapi dia masih mengulang untuk menggapai impiannya, tidak hanya mengejar dan menjalankan Paket C dia juga memiliki bisnis sampingan yaitu dengan berjualan online dan mengajar ngaji untuk anak-anak di lingkungan sekitar perumahan untuk mengisi waktunya. Setelah melewati Paket C, akhirnya Naura mendaftar kan dirinya di program yang dibuat oleh Kementerian Agama RI seperti tahun sebelumnya. Banyak sekali rintangan yang harus dia lewati dan rintangan tersebut pun tidak semulus yang dibayangkan, dia harus mengikuti beberapa tes di tahap pertama yaitu melengkapi dokumen, tahap kedua ujian tulis secara online dan ujian tersebut harus mengikuti waktu Mesir, lalu di tahap selanjutnya dia harus melakukan wawancara dengan pihak Mesir langsung menggunakan Bahasa Arab, dan di tahap terakhir dia melakukan wawancara dengan Kementerian Agama Republik Indonesia. Proses ini yang membuat Naura merasakan jatuh bangun karena banyak energi, pikiran dan waku yang di keluarkan, serta overthinking dalam pikirannya pun membuat dirinya tidak yakin terhadap diri sendiri.
Sambil menunggu pengumuman hasil tesnya, Naura juga tidak mendaftar di satu negara saja tetapi dia juga mendaftar di Universitas Zaitunah Tunisia yang terletak di persimpangan antara Eropa, Timur Tengah, dan Afrika. Saat mendaftarkan Pendidikannya di Tunisia dia melakukannya secara diam-diam tanpa di ketahui oleh orang-orang sekitar termasuk orang tua nya, hal ini dikarenakan Naura ingin mengukur apakah dia bisa membuktikannya kepada orang tua nya dan orang sekitarnya bahwa dia bisa dan menganggap bahwa ini hanyalah iseng-iseng berhadiah saja. Dengan berbekal mohon izin dan doa restu meskipun orang tua nya masih berat dan meragukannya tetapi dia tetap percaya bahwa doa orang tua merupakan hal yang paling penting, sampai pada akhirnya pengumuman dari Universitas Zaitunah pun keluar di tahap pertama tetapi sangat disayangkan dia mundur dan tidak melanjutkan di tahap selanjutnya karena dia memiliki harapan di Universitas Al Azhar yang berada di Mesir. Bukannya dia tidak bersyukur tetapi hatinya meyakinkan bahwa dia akan keterima di Universitas yang berada di Mesir yang dia sangat impikan.
Pada bulan Juni 2023 pengumuman dari Universitas yang berada di mesir pun tiba, dia sudah mulai pasrah dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan Yang Maha Esa. “Ya allah di kalau memang ini Rezeki yang diberikan untuk Hamba tolong di dekatkan, jika kalau memang bukan rezeki untuk Hamba tolong di lapangkangkanlah hati Hamba dan tolong diberikan pengganti yang lebih baik, aamiin.” Doanya sepanjang waktu. Sampai akhirnya dia membuka pengumuman tersebut dan betapa terharunya dia sampai orang tua nya ikut bangga merasakan perjuangan anaknya selama ini, akhirnya setelah mengetahui perjuangan anaknya yang tidak mudah orang tua nya pun memberikan restu dan izin sepenuhnya untuk Naura melanjutkan Pendidikannya di luar negeri yaitu Mesir di Universitas Al Azhar. Dia sangat bangga kepada dirinya setelah 2 tahun berjuang untuk menjalankan proses yang tidak mudah, banyak air mata, usaha, waktu, tenaga, pikiran yang dikeluarkannya dan dia sangat berterimakasih kepada orang-orang terdekat yang selalu mendukungnya, dia juga sangat berterima kasih kepada kakak kelasnya karena sudah memotivasi dirinya untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri sesuai impiannya.

Quotes yang membuat Naura yakin dan semangat dalam perjuangannya adalah “سيأتيك رزقك من حيث لا تحتسب في الأوقات التي تظن فيها أن الأبواب كلها مغلقة إلا بابه جل و علا فلا تحزن yang artinya Rezeki mu akan datang kepadamu dari tempat yang tidak terhitung pada saat-saat dimana kamu berpikir bahwa semua pintu tertutup kecuali pintu Allah, maka jangan bersedih”. Kata Naura. Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah (Qs. Ghafir – 44) itulah yang mejadi pegangan hidup Naura, Ikhtiar dan berdoa harus selalu seimbang di hidup ini.
Komentar
Posting Komentar